Dalam pacaran biasanya ada aja
tokoh-tokoh yg dapet peran "terprioritaskan". Contohnya, yaa aku
sendiri, ketika masih pacaran dulu, aku selalu memprioritaskan pasanganku.
Gimana udah kayak tahanan bebas bersyarat, harus lapor terus. Mau gimana lagi,
namanya juga udah cinta, harus rela berkorban dong.
Tapi aku selalu gak pernah kebagian
peran "diprioritaskan" lo. Curang gak sih? Misalnya ketika aku lagi pergi hangout sama temen-temen
atau cuma sekedar main playstation, pasti pacar langgsung ngambek, dan
kata-kata yg terucap dari mulut manis nan menyeramkan mereka adalah :
"Jadi kamu lebih milih temenmu
daripada aku?" Atau "yaudah, sana aja kamu pacaran sm PS" bisa jawab apadong? Udah skakmat
aja tuh. Tp giliran mereka pergi, aku
lakuin hal yg sama yang mereka lakukan pasti hasilnya gak seindah yang
dibayangkan. Dan jawaban yang keluar ketika aku melarang dia pergi dengan
temennya adalah "Kenapa sih kamu? ini itu semua
gak boleh" atau "posesif sekali kamu jadi cowok yaa". Aje gile
kan tuh.
Sama halnya dengan ketika dia
mengajak pergi, pas pada waktu yang sama aku ada janji dengan temen, ya
otomatis aku batalin pergi dengan temen dong, mau liat gunung mahameru meletus?
Gak kan. Tapi ketika aku yang mengajak pergi,
dan dia ada janji dengan temennya, dia pasti memilih temen. Dengan alasan
beragam, seperti "udah lama nih gak ketemu mereka" atau "ini
aku udah rencanain pergi dari dulu lo, kamu jangan egois dong". Dan
ujung-ujungnya, ya cuma bisa gigit jari ajasih (jari sendiri yaa, jangan jari
majikan mu).
Mungkin temen-temen semua pernah
mengalami kejadian yang sama sperti yang aku alamin, semoga aja kita menemukan
jalan keluar bersama dalam menghadapi situasi mencekam ini, amin.
PA, 21 Tahun, Mahasiswa Berbehel.